langsung saja..
tanpa basa-basi lagi aku ingin berkata
jika aku bisa..
aku ingin melawan
menerjang segala arah
aku pun berani bertaruh apapun agar dapat mengerti
apa sih arti dari semua ini.. ?
lalu perlahan
bisikan-bisikan itu terus muncul
"ya.. kau masih mencintainya"
"tentu.. aku sangat mencintainya"
"lalu, apalagi yang kau khawatirkan ?"
"aku takut"
"takut kenapa?"
"dia sudah menjelma menjadi setiap sel di tubuhku"
"apa maksudmu"
"aku tak bisa berhenti membutuhkannya!"
"kalau begitu, apa yang membuatmu ragu ?"
"aku ragu.. apakah aku bisa tetap istiqomah"
"oh, aku mengerti"
"tidak! kau sama sekali tidak mengerti"
"tentu aku mengerti"
"aku ingin menjadi akhwat sepenuhnya, aku ingin berbakti pada orang tuaku, aku takut, aku hanya memberikan mudharat baginya, aku ingin menerima pilihan orangtuaku, aku ingin Allah mencintaiku.. aku tak bisa bersamanya"
"ya sudah.. tinggalkan saja dirinya.. mudah kan ?"
"tidak semudah itu.. andai semudah itu, aku sudah melakukannya sejak lama.. sudah kukatakan padamu.. dia adalah candu bagiku.. aku amat sangat mencintainya, aku tak bisa lepas dari bayangnya.. pikiranku terus berangan tentangnya.. apa yang harus ku perbuat..?"
"sudahlah.. jangan menangis.. aku mengerti.. aku pun bagian darimu.. aku tau betapa sakitnya menahan perasaan itu.. sudahlah.. saranku, kau tak usah memaksakan diri melupakannya.. biarkan dia tetap bersemayam dalam hatimu yang terdalam... biarkan bayangnya menghiburmu walau hanya sejenak.. biarkan perasaan itu mengajarmu untuk mengerti bahwa.. jalan ini memang berat"
unidentified
9:01 AM |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comment:
Post a Comment